▴Program Studi D-III dan STR Kebidanan Kediri▴ - Dari Edukasi Menuju Aksi Nyata
- Optimalisasi Daun Kelor sebagai Pangan Lokal untuk Pengendalian Diabetes Melitus
- Sukses Gelar Asesmen Lapangan LAM-PTKes, Program Studi D3 Kebidanan Kediri
- Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Jalur Mandiri Tahun 2026
- Pengabdian Masyarakat melalui Mindfulness Pregnancy: Upaya Meningkatkan Kesehatan Mental Ibu Hamil d
- Pengabdian Masyarakat Hypnopregnancy di Puskesmas Mojo : Membantu ibu hamil mempersiapkan persalinan
- Wujudkan Kampus Sehat: Stop Bully dan Anti-Perundungan
- PENGUMUMAN : SPMB Jalur Prestasi Tahun 2026
- Pengumuman Registrasi Mahasiswa Semester Genap TA.2025/2026
- Cek Kesehatan Gratis Civitas Akademika Kampus IV Bersama Puskesmas Sukorame
Optimalisasi Daun Kelor sebagai Pangan Lokal untuk Pengendalian Diabetes Melitus

Sebanyak 50 kader kesehatan Desa Bandar Lor, Kota Kediri, berpartisipasi dalam kegiatan Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Pengolahan Variasi Moringa oleifera untuk Pengendalian Diabetes Melitus yang diselenggarakan oleh Prodi D3 Kebidanan Kediri Poltekkes Kemenkes Malang Kampus IV Kebidanan Kediri.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Dr. Finta Isti Kundarti, S.SiT., M.Keb. bersama tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang Kampus IV Kebidanan Kediri. Kegiatan ini merupakan upaya peningkatan kapasitas kader kesehatan sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kesehatan kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, para kader memperoleh pengetahuan mengenai pencegahan dan pengendalian diabetes melitus, sekaligus keterampilan dalam mengolah daun kelor menjadi berbagai inovasi pangan sehat berbasis bahan lokal.
Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu tanaman lokal yang memiliki potensi dalam mendukung pengendalian diabetes melitus. Kandungan senyawa bioaktif seperti isothiocyanate, quercetin, dan chlorogenic acid, serta kandungan serat yang tinggi, menjadikan daun kelor sebagai salah satu sumber pangan fungsional yang berpotensi mendukung pengelolaan kadar glukosa darah dan penerapan pola hidup sehat.
Dalam pelaksanaan kegiatan, para kader diberikan pelatihan praktik pengolahan lima variasi produk berbahan dasar Moringa oleifera yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pola konsumsi sehat bagi individu dengan risiko maupun penderita diabetes melitus. Melalui inovasi pengolahan pangan ini, daun kelor tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman lokal, tetapi juga dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai gizi, daya tarik, serta manfaat kesehatan.
Kegiatan pemberdayaan ini diharapkan dapat meningkatkan peran aktif kader kesehatan dalam menyebarluaskan informasi terkait pencegahan dan pengendalian diabetes melitus, sekaligus mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal sebagai strategi promotif dan preventif berbasis masyarakat.
Melalui sinergi antara institusi pendidikan, kader kesehatan, dan masyarakat, pemanfaatan tanaman lokal seperti Moringa oleifera diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga dan masyarakat.
Dari pangan lokal untuk kesehatan masyarakat. Bersama kader kesehatan, wujudkan masyarakat yang lebih sadar, mandiri, dan sehat dalam pengendalian diabetes melitus.





