▴Program Studi D-III dan STR Kebidanan Kediri▴ - PENGABMAS MAHIKA Dorong Warga Keniten Sehat Sekaligus Mandiri Lewat Pangan Lokal
- EDUKASI PEMANFAATAN KUNYIT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS DI KELURAHAN BANDAR LOR
- Peluncuran Program Wilbin GAMBYOK Poltekkes Kemenkes Malang
- Peluncuran Program Wilayah Binaan GAMBYOK Poltekkes Kemenkes Malang
- Dari Edukasi Menuju Aksi Nyata
- Optimalisasi Daun Kelor sebagai Pangan Lokal untuk Pengendalian Diabetes Melitus
- Sukses Gelar Asesmen Lapangan LAM-PTKes, Program Studi D3 Kebidanan Kediri
- Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Jalur Mandiri Tahun 2026
- Pengabdian Masyarakat melalui Mindfulness Pregnancy: Upaya Meningkatkan Kesehatan Mental Ibu Hamil d
- Pengabdian Masyarakat Hypnopregnancy di Puskesmas Mojo : Membantu ibu hamil mempersiapkan persalinan
PENGABMAS MAHIKA Dorong Warga Keniten Sehat Sekaligus Mandiri Lewat Pangan Lokal

KEDIRI – Upaya meningkatkan kesehatan sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan di Desa Keniten, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Program MAHIKA (Masyarakat Hidup Sehat dan Mandiri Berbasis Kearifan Lokal) merupakan tindak lanjut dari Wilayah Binaan Kampus IV Kebidanan Kediri di Desa Keniten yang telah berlangsung selama 4 tahun. Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, masyarakat diajak mengoptimalkan potensi pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga sekaligus peluang pengembangan usaha.
Kegiatan kedua dalam rangkaian program MAHIKA tersebut dilaksanakan pada 26 September 2026. Kegiatan mempertemukan unsur perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, kader, dan masyarakat dalam satu kegiatan yang menggabungkan edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Program ini diketuai oleh Dr. Triatmi Andri Yanuarini, S.ST., M.Keb., bersama tim dosen Rahajeng Siti Nur Rahmawati, M.Keb., Dwi Estuning Rahayu, S.Pd., S.Kep., Ns., M.Sc., Eny Sendra, S.Kep., Ns., M.Kes., dan Desy Dwi Cahyani, S.ST., M.Keb Dosen Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Kediri, Poltekkes Kemenkes Malang.
Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pemenuhan gizi bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, yakni hamil, menyusui, remaja, dan balita dengan tema “Menu Gizi Seimbang untuk Hamil, Menyusui, Remaja dan Balita Berbasis Pangan Lokal”. Edukasi tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga diajak melakukan bedah makanan terhadap berbagai makanan yang telah disiapkan oleh kader dan UMKM yang dihadiri oleh ahli gizi dari Puskesmas Mojo Shinta Fatma Ardiana, A.Md.Gz. Kegiatan ini memberikan gambaran secara langsung mengenai pemilihan bahan, komposisi makanan, nilai gizi, serta peluang pengembangan pangan lokal menjadi menu sehat bagi keluarga. Pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Dengan pengolahan yang tepat, bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi makanan yang tidak hanya memiliki nilai gizi, tetapi juga mempunyai nilai tambah ekonomi.
Selain aspek kesehatan, MAHIKA juga mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi pangan lokal menjadi produk usaha yang memiliki daya saing. Materi mengenai pengembangan dan pemasaran UMKM disampaikan oleh Oki Ali Mustofa, S.Kom., dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri. Dengan Tema bertajuk “Kupas Tuntas Pemasaran Produk UMKM Berbasis Pangan Lokal: Produk, Kemasan, Branding dan Target Pasar untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Keniten.” Dalam materi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan kualitas produk, kemasan, branding, hingga menentukan target pasar. Keempat aspek tersebut menjadi bagian penting agar produk pangan lokal tidak hanya diproduksi untuk konsumsi masyarakat sekitar, tetapi juga memiliki peluang untuk dipasarkan secara lebih luas.
Pengembangan UMKM berbasis pangan lokal dinilai memiliki peluang strategis karena masyarakat telah memiliki sumber daya dan bahan baku yang dapat dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah. Melalui edukasi dan pendampingan, masyarakat diharapkan mampu melihat pangan lokal dari dua sisi. Pertama, sebagai sumber pangan bergizi untuk mendukung kesehatan keluarga. Kedua, sebagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi produk UMKM.
Ketua tim pengabdian masyarakat MAHIKA, Dr. Triatmi Andri Yanuarini, S.ST., M.Keb., bersama tim dosen menjadikan Desa Keniten sebagai salah satu lokasi pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan berbasis potensi dan kearifan lokal. Keterlibatan kader dan pelaku UMKM dalam kegiatan ini menjadi bagian penting agar pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan di masyarakat.
Program MAHIKA juga memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan secara terintegrasi. Edukasi kesehatan dipadukan dengan penguatan kapasitas ekonomi sehingga masyarakat tidak hanya diarahkan untuk hidup lebih sehat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi lokal secara mandiri. Kegiatan kedua ini diharapkan menjadi bagian dari proses berkelanjutan dalam membangun masyarakat Desa Keniten yang semakin sadar terhadap pentingnya gizi, mampu memanfaatkan pangan lokal, serta memiliki keterampilan dalam mengembangkan dan memasarkan produk UMKM.
Dengan mengangkat konsep “Masyarakat Hidup Sehat dan Mandiri Berbasis Kearifan Lokal”, MAHIKA berupaya menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai pelaku utama dalam menciptakan perubahan di lingkungan sendiri.





